Tentu kita tahu bahwa Islam di Arab Saudi adalah Islam yang Moderate
atau yang bisa di sebut islam yang modern karena seiring dengan
berjalannya waktu Islam terus berkembang menjadi lebih baik dan lebih
baik lagi.Seharusnya Islam di Indonesia bisa menjadi Islam yang maju dan
berkembang seperti Islam di negara Arab Saudi.
Namun sayangnya Islam di Indonesia sepertinya mengalami
kemunduran,dikarenakan selain agama yang dijadikan sebagai alat
kendaraan dalam kepentingan berpolitik,orang-orangnya juga mudah
terhasut untuk ikut terjun didalam politik,sehingga timbul perpecahan
sesama bangsa Indonesia itu sendiri dengan saling menghujat,saling
memprovokasi,hingga saling mengkafirkan sesama umat muslim,bahkan
lucunya hanya di Indonesia yang mampu mengaku diri mereka sebagai umat
islam yang baik namun tidak mau memandikan sesama umat muslim,padahal
itu sudah merupakan kewajiban namun hanya karena berpolitik rela tidak
memandikan orang yang tidak bernyawa istilahnya sudah jatuh ketimpa
tangga,intimidasi seolah-olah terjadi dalam politik menggunakan agama
sampai-sampai harus tanda tangan dulu untuk memilih calon pemimpin umat
islam baru dimandikan jasadnya.
Begitu keji penggunaan agama dalam berpolitik,bukankah inilah yang
sebenarnya menistakan agama melalui perbuatan yang lebih keji dari pada
sekedar ucapan?,Padahal Islam itu mengajarkan kasih bukan kebencian
sesama umat islam namun kenyataannya di Indonesia lebih mementingkan
terpilihnya calon pemimpin beragama islam daripada etika,norma
agama,kepentingan orang banyak dan agama itu sendiri.Raja
Arab Saudi saja mengagumi kinerja dari Ahok bahkan warga islam asli
dari Arab saja membuat video dengan meneriakan “Ahok is the best” Yang
berarti Ahok adalah yang terbaik,bagaimana kita sebagai warga negara
sendiri malah menghujat seorang Ahok yang benar-benar bekerja keras
untuk Warganya tanpa mengenal lelah,tanpa peduli siapapun orangnya juga
agamanya yang bahkan ia tidak melakukan tindak korupsi seperti
pejabat-pejabat lainnya.
Kini Indonesia seperti bukan negara Demokrasi lagi yang bebas dalam
pandangan juga hak milih seolah-olah menjadi negara Agama.Padahal
walaupun berbeda pandangan tapi tetap saja kita satu tujuan sebagai
warga Negara Indonesia,yakni untuk membangun Indonesia yang lebih baik
lagi.Siapapun yang jadi pemimpin tidak akan bisa membuat dunia kiamat
toh buktinya Ahok sudah pimpin DKI Jakarta hampir 5tahun lamanya sebagai
Gubernur DKI dan DKI bukan tambah hancur malah tambah lebih
baik,Relokasi warga dari pemukiman liar ke Rusunawa dengan diberikan
bermacam program dan fasilitas,bangun ratusan RPTRA untuk warga
DKI,menjadikan Jakarta jauh dari berita banjir yang menelan korban
setiap tahunnya,mencoba mengatasi kemacetan dengan perbanyak bus
Transportasi,bangun MRT dan LRT,berangkatkan ratusan Marbot,gaji yang
layak untuk orang-orang kecil seperti Petugas kebersihan,Marbot,hingga
penjaga kuburan,KJP untuk biaya pendidikan hingga perguruan tinggi,KJS
untuk biaya kesehatan dan masih segudang prestasi lagi dari
Ahok.Bagaimanapun juga kita sebagai sesama umat manusia yang berbeda
agama maupun sama agamanya tidak melakukan perpecah belah sesama banga
Indonesia karena tujuan kita adalah satu untuk Indonesia yang lebih
baik.
MANILA -- A photo of a scrawny man watching his daughters enjoy a
fried chicken meal in a popular fast-food chain recently went viral on
social media, garnering thousands of likes and shares from people who
were touched by the iconic image that depicts selfless love.
The photo was taken by Jhunnel Sarajan, a real estate professional,
who returned the following day to get more details about the family as
people expressed interest to help.
In his conversation
with the man in the photo, Sarajan found out that he is a stroke victim
and a single father to his two kids. He also shared details on how to
help the family, including the phone number of JR Arebuabo, the man's
uncle.
Meet the selfless father
ABS-CBN News looked for the man and his two children. We found them in a slum area in Barangay 61 in Tondo, Manila.
Ryan Arebuabo, the man in the viral photo, lives in a 4-square-meter
shanty made of used plywood and rusty iron sheets. Hanging just beside
the worn out door is a portrait of Arebuabo's priceless possessions, his
two children Rose May and Rose Ann.
The 38-year-old had a stroke attack four years ago, back when he was
still selling boiled corn in the neighborhood. He said he never
underwent therapy sessions, and his last visit to the doctor was three
years ago.
Due to his condition, Arebuabo was unable to work for months after he
was released from the hospital. Half of his body was paralyzed, and he
had a hard time speaking.
Another tragedy also struck him. His wife left him, taking their two kids with her.
"Dati sabi niya may tindahan daw siya sa Bulacan," Arebuabo told
ABS-CBN News. "Babalik, tapos aalis na naman. Hanggang sa hindi na
talaga bumalik. Isinama pa pati mga anak ko."
According to Arebuabo's younger sister Ria, they expected that his
wife will leave him. "Alam niyo naman, karamihan sa mga lalaking
na-i-stroke ay iniiwan ng asawa," she said. "Kawawa talaga 'yong kuya
ko."
Ria said her brother did all he could to convince his wife to return.
He even renovated their house and bought a second-hand television to
show her that he could support them.
"Siya, kahit ano pang masasamang marinig niya tungkol sa asawa niya,
talagang gusto niyang mabuo 'yong pamilya niya. Tatlong beses nga niyang
sinundan sa Bulacan 'yong asawa niya, pero wala talaga," she said.
A hardworking provider
Although Arebuabo was unable to win his wife back, he succeeded in getting custody of their children.
"Buti na lang iyung mga bata, naibalik sa kanya. Baka kasi kung ano
pa ang gawin niya. Baka sila ang maging lakas niya para humaba pa ang
buhay niya," Ria said.
Despite his condition, the dedicated father persevered to bring food
on the table and support his children's education. Both Rose May and
Rose Ann are studying at Jose Corazon De Jesus Elementary School.
Rose Ann, 8, is in Grade 2, while Rose Mae, 6, is in kindergarten.
"Mahirap din, minsan napapagod ka. Pero kahit pagod ka, lumaban ka--
kahit ang tulog ko konti lang kasi nagtitinda ako eh," Arebuabo said.
Arebuabo is one of the beneficiaries of the Pantawid Pamilyang
Pilipino Program (4Ps), a government initiative that provides
conditional cash grants to the "poorest of the poor, to improve the
health, nutrition, and the education of children."
Every other month, Arebuabo said he receives P2,200, which he uses to buy school supplies and other needs of his children.
He also received a stall cart from DSWD, which he turned into a
sari-sari store wherein he earns P100 to P200 in a day-- enough to bring
meals to the table.
Everyday, Arebuabo wakes up at 5 a.m. to help his children prepare
for school. One afternoon, he decided to bring his kids to a fast-food
chain to celebrate Rose Mae's upcoming graduation.
Both kids ordered their favorite meal, while their father just
satisfied his hunger by watching them enjoy the meal. "Hindi na po ako
kumain. Makita ko lang na busog sila, okay na ako," he said.
A father’s love
Early in his life, Arebuabo learned the meaning of unconditional love.
Arebuabo's father, now 60, was also alone in providing for his four
siblings. His mother died after giving birth to their youngest.
"Sipag at pag-aalaga sa mga anak," Arebuabo said. "Kung paano ako inalagaan ng tatay ko, gano'n din ang ginagawa ko ngayon."
Arebuabo's father continues to work as a jeepney driver to help out
with the family's expenses. In his spare time, he does the laundry for
Arebuabo and his two kids.
"Siya talaga ang idol ko," he said. "Malaki ang sakripisyo niya para sa mga kapatid ko, lalo na sa pamilya ko."
According to Arebuabo, a father's duty is not just to provide food on
the table. He is also tasked to make sure that his children will
achieve their dreams.
"Gusto ko lang makapagtapos sila sa pag-aaral," he said. "Kahit hirap akong magbasa, tinuturuan ko pa rin sila."
Arebuabo said he wants to prove to his estranged wife and the rest of
the world that he can continue being a good father to his children
despite being almost incapacitated by stroke.
http://rakdindingdekor.blogspot.co.id/2017/03/harga-rak-dinding-hiasan-dinding.html